Kumpulan tugas ipa
Kamis, 08 Agustus 2024
Minggu, 04 Agustus 2024
Tanam cabai
Metode Master Cabai
Pola tanam cabai tidak terlepas dari sebuah metode untuk memudahkan cara kerja yang mempunyai sistem dalam memudahkan pelaksanaan dalam berbudidaya tanaman guna mencapai tujuan.
Harapan lain dari aplikasi metode dalam berbudidaya tanaman cabai adalah untuk menghasilkan tanaman yang optimal dimana hasil akhirnya mendapatkan hasil panen yang melimpah.
Sebuah metode yang kini sudah banyak diterapkan oleh banyak petani cabai adalah metode dari profesor cabai Mas Udin.
Metode ampuh ini sudah banyak dieksekusi langsung oleh petani dan menuai banyak keberhasilan. Meski banyak pro dan kontra tentang penerapan metode ini, misalnya beberapa petani yang masih mengeluh mengalami kegagalan padahal sudah menerapkan metode ini. Tetapi perlu kita ketahui, penerapan metode professor cabai ini juga bergantung pada kondisi tanah serta ketinggian daerah sahabat petani.
Pupuk dasar
Ciri khas dari metode profesor cabai ini adalah perawatan seminimal mungkin tetapi hasil tetap maksimal.
Penggunaan pupuk dasar pada metode ini cukup dengan penggunaan pupuk kandang mengingat pupuk kimia yang biasanya digunakan sebagai pupuk dasar harganya semakin melonjak.
Yang menjadi catatan penting adalah penggunaan pupuk kandang yang sudah terfermentasi dengan baik. Menurut Mas Udin, bila aplikasi pupuk kandang yang belum terfermentasi dengan baik bisa menjadi jamur patogen.
Mestinya, pupuk kandang menjadi sumber makanan bagi tanaman tetapi jika di dalam pupuk kandang masih terdapat mikroorganisme yang jahat maka akan memicu patogen yang bisa diserap tanaman ditambah lagi sifat pupuk kandang yang kurang terfermentasi dengan baik karena masih bersifat panas. Akan timbul uap panas yang membuat akar tanaman kepanasan sehingga mati. Faktor inilah yang menyebabkan kasus terkena layu dan busuk.
Petani cabai yang sudah mencoba menerapkan metode professor cabai masih ada keluhan tentang tanaman kerdil atau gagal tumbuh, akhirnya Mas Udin pun angkat bicara.
Mas Udin menegaskan bahwa metode yang ia ciptakan ini dapat diterapkan dengan tepat jika sahabat petani sebelumnya melihat kondisi tanah terlebih dahulu.
Setiap daerah pastinya mempunyai tekstur tanah yang berbeda-beda. Jadi sahabat petani perlu paham dan mengenal tekstur terlebih dahulu. Beda tesktur pasti akan berbeda juga cara perawatannya, menerapkan metode profesor tetap bisa cuman perlu memodifikasinya.
Contohnya seperti tanah yang mengandung clay/liat yang cukup tinggi perlu pengaplikasian pupuk kandang sebagai pembenah tanah sehingga tanaman nantinya akan mudah menyerap unsur hara di dalam tanah.
Penerapan metode
Banyak pertanyaan dari sahabat petani terkait metode profesor cabai ini bisa diterapkan pada tanaman cabai keriting atau cabai merah besar.
Mas Udin menjawab bahwa metode ini bisa diterapkan disegala jenis cabai baik itu jenis cabai keriting maupun cabai besar karena masih dalam satu famili .
Tetapi ada perlakuan khusus bila diterapkan selain cabai rawit. Fase generatif cabai keriting maupun cabai besar cenderung lebih cepat daripada cabai rawit sehingga perlakuan khusus seperti aplikasi kocor, spray maupun pemberian pupuk susulan lebih maju atau cepat dari pada perlakuan terhadap cabai rawit.
Metode profesor cabai dalam penerapan sistem kocor mulai umur 5,10,15 HST dan sentuhan umur 20,40,60,80 HST mulai penerapan pupuk susulan serta spray generatif mulai umur 45 HST.
Jadi bila akan menerapkan metode ini pada tanaman keriting dan cabai besar aplikasinya lebih maju, yang terpenting sahabat petani perlu memahami kondisi tanaman.
Aplikasi fungisida
Aplikasi fungisida pada metode professor cabai ini sedikit berbeda dari penerapan fungisida pada umumnya. Pada metode professor cabai, penggunaan fungisida diaplikasikan melalui kocor.
Mas Udin sendiri menyatakan bahwa sumber jamur patogen itu berasal dari bagian bawah terlebih dahulu dimana ada sumber makanan disitulah juga ada sumber jamur yang muncul.
Sebab itulah Mas Udin melakukan kocor fungisida tepat pada lubang tanam. Meskipun kemungkinan aplikasi fungisida tidak ditutup melalui semprotan juga, tetapi Mas Udin kembali menekan kepada kita semua untuk lebih melihat kondisi tanaman terlebih dahulu.
Sebisa mungkin melakukan langkah pencegahan agar tanaman aman dan tidak terserang penyakit. Jadi semisal sahabat petani ingin mengaplikasikan fungisida via kocor dan via spray juga tidak menjadi masalah.
Didalam metode professor cabai ini untuk aplikasi kocor fungisidanya dilakukan sehari selang pemberian pupuk susulan, jadi diumur 21,41,61,81 HST yang dikocorkan tepat di lubang tanam.
Dalam penerapan metode professor cabai ini bisa kita cermati bahwa Mas Udin menciptakan metode ini untuk kita semua dalam rangka melakukan perawatan seminimal mungkin dan biaya murah tetapi hasilnya maksimal dan mewah.
Bila kita cermati, metode ini lebih menekankan cara menciptakan tanaman yang sehat yaitu dengan pemberian nutrisi yang tepat baik melalui kocor, spray maupun pemberian pupuk susulan.
Selain itu metode ini juga berbicara tentang nyawa budidaya tanaman yang dimulai dari pondasi awal. Media tanah sangat penting untuk media tumbuh tanaman jadi Mas Udin merekayasa metode ini untuk menciptakan tempat atau media tumbuh tanaman yang nyaman dengan perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi pada tanah. Ketika tanaman sehat dari awal tentu tanaman akan terhindar dari penyakit dengan sendirinya.
Penerapan metode ini bisa untuk semua jenis cabai, yang terpenting melihat kondisi tanah yang akan digunakan.
Setiap daerah memiliki tekstur tanah yang berbeda-beda sehingga penerapan metode professor ini dapat membantu tetapi juga memodifikasinya agar sesuai dengan kebutuhan tanaman sahabat petani semua. Yang mengerti tanaman serta lahan yang digunakan adalah sahabat petani semua, metode professor cabai ini hadir hanya sebagai referensi selebihnya tergantung dengan kondisinya.
Maka dari itu penerapan metode professor cabai ditambah langkah modifikasi di dalamnya agar menciptakan tanaman yang sesuai dengan keinginan sahabat petani semua.
Mulai sekarang berbijaklah dalam menerapkan sebuah metode, semua kembali lagi pada diri kita sendiri.
Metode Master Cabai
Pola tanam cabai tidak terlepas dari sebuah metode untuk memudahkan cara kerja yang mempunyai sistem dalam memudahkan pelaksanaan dalam berbudidaya tanaman guna mencapai tujuan.
Harapan lain dari aplikasi metode dalam berbudidaya tanaman cabai adalah untuk menghasilkan tanaman yang optimal dimana hasil akhirnya mendapatkan hasil panen yang melimpah.
Sebuah metode yang kini sudah banyak diterapkan oleh banyak petani cabai adalah metode dari profesor cabai Mas Udin.
Metode ampuh ini sudah banyak dieksekusi langsung oleh petani dan menuai banyak keberhasilan. Meski banyak pro dan kontra tentang penerapan metode ini, misalnya beberapa petani yang masih mengeluh mengalami kegagalan padahal sudah menerapkan metode ini. Tetapi perlu kita ketahui, penerapan metode professor cabai ini juga bergantung pada kondisi tanah serta ketinggian daerah sahabat petani.
Pupuk dasar
Ciri khas dari metode profesor cabai ini adalah perawatan seminimal mungkin tetapi hasil tetap maksimal.
Penggunaan pupuk dasar pada metode ini cukup dengan penggunaan pupuk kandang mengingat pupuk kimia yang biasanya digunakan sebagai pupuk dasar harganya semakin melonjak.
Yang menjadi catatan penting adalah penggunaan pupuk kandang yang sudah terfermentasi dengan baik. Menurut Mas Udin, bila aplikasi pupuk kandang yang belum terfermentasi dengan baik bisa menjadi jamur patogen.
Mestinya, pupuk kandang menjadi sumber makanan bagi tanaman tetapi jika di dalam pupuk kandang masih terdapat mikroorganisme yang jahat maka akan memicu patogen yang bisa diserap tanaman ditambah lagi sifat pupuk kandang yang kurang terfermentasi dengan baik karena masih bersifat panas. Akan timbul uap panas yang membuat akar tanaman kepanasan sehingga mati. Faktor inilah yang menyebabkan kasus terkena layu dan busuk.
Petani cabai yang sudah mencoba menerapkan metode professor cabai masih ada keluhan tentang tanaman kerdil atau gagal tumbuh, akhirnya Mas Udin pun angkat bicara.
Mas Udin menegaskan bahwa metode yang ia ciptakan ini dapat diterapkan dengan tepat jika sahabat petani sebelumnya melihat kondisi tanah terlebih dahulu.
Setiap daerah pastinya mempunyai tekstur tanah yang berbeda-beda. Jadi sahabat petani perlu paham dan mengenal tekstur terlebih dahulu. Beda tesktur pasti akan berbeda juga cara perawatannya, menerapkan metode profesor tetap bisa cuman perlu memodifikasinya.
Contohnya seperti tanah yang mengandung clay/liat yang cukup tinggi perlu pengaplikasian pupuk kandang sebagai pembenah tanah sehingga tanaman nantinya akan mudah menyerap unsur hara di dalam tanah.
Penerapan metode
Banyak pertanyaan dari sahabat petani terkait metode profesor cabai ini bisa diterapkan pada tanaman cabai keriting atau cabai merah besar.
Mas Udin menjawab bahwa metode ini bisa diterapkan disegala jenis cabai baik itu jenis cabai keriting maupun cabai besar karena masih dalam satu famili .
Tetapi ada perlakuan khusus bila diterapkan selain cabai rawit. Fase generatif cabai keriting maupun cabai besar cenderung lebih cepat daripada cabai rawit sehingga perlakuan khusus seperti aplikasi kocor, spray maupun pemberian pupuk susulan lebih maju atau cepat dari pada perlakuan terhadap cabai rawit.
Metode profesor cabai dalam penerapan sistem kocor mulai umur 5,10,15 HST dan sentuhan umur 20,40,60,80 HST mulai penerapan pupuk susulan serta spray generatif mulai umur 45 HST.
Jadi bila akan menerapkan metode ini pada tanaman keriting dan cabai besar aplikasinya lebih maju, yang terpenting sahabat petani perlu memahami kondisi tanaman.
Aplikasi fungisida
Aplikasi fungisida pada metode professor cabai ini sedikit berbeda dari penerapan fungisida pada umumnya. Pada metode professor cabai, penggunaan fungisida diaplikasikan melalui kocor.
Mas Udin sendiri menyatakan bahwa sumber jamur patogen itu berasal dari bagian bawah terlebih dahulu dimana ada sumber makanan disitulah juga ada sumber jamur yang muncul.
Sebab itulah Mas Udin melakukan kocor fungisida tepat pada lubang tanam. Meskipun kemungkinan aplikasi fungisida tidak ditutup melalui semprotan juga, tetapi Mas Udin kembali menekan kepada kita semua untuk lebih melihat kondisi tanaman terlebih dahulu.
Sebisa mungkin melakukan langkah pencegahan agar tanaman aman dan tidak terserang penyakit. Jadi semisal sahabat petani ingin mengaplikasikan fungisida via kocor dan via spray juga tidak menjadi masalah.
Didalam metode professor cabai ini untuk aplikasi kocor fungisidanya dilakukan sehari selang pemberian pupuk susulan, jadi diumur 21,41,61,81 HST yang dikocorkan tepat di lubang tanam.
Dalam penerapan metode professor cabai ini bisa kita cermati bahwa Mas Udin menciptakan metode ini untuk kita semua dalam rangka melakukan perawatan seminimal mungkin dan biaya murah tetapi hasilnya maksimal dan mewah.
Bila kita cermati, metode ini lebih menekankan cara menciptakan tanaman yang sehat yaitu dengan pemberian nutrisi yang tepat baik melalui kocor, spray maupun pemberian pupuk susulan.
Selain itu metode ini juga berbicara tentang nyawa budidaya tanaman yang dimulai dari pondasi awal. Media tanah sangat penting untuk media tumbuh tanaman jadi Mas Udin merekayasa metode ini untuk menciptakan tempat atau media tumbuh tanaman yang nyaman dengan perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi pada tanah. Ketika tanaman sehat dari awal tentu tanaman akan terhindar dari penyakit dengan sendirinya.
Penerapan metode ini bisa untuk semua jenis cabai, yang terpenting melihat kondisi tanah yang akan digunakan.
Setiap daerah memiliki tekstur tanah yang berbeda-beda sehingga penerapan metode professor ini dapat membantu tetapi juga memodifikasinya agar sesuai dengan kebutuhan tanaman sahabat petani semua. Yang mengerti tanaman serta lahan yang digunakan adalah sahabat petani semua, metode professor cabai ini hadir hanya sebagai referensi selebihnya tergantung dengan kondisinya.
Maka dari itu penerapan metode professor cabai ditambah langkah modifikasi di dalamnya agar menciptakan tanaman yang sesuai dengan keinginan sahabat petani semua.
Mulai sekarang berbijaklah dalam menerapkan sebuah metode, semua kembali lagi pada diri kita sendiri.
Belajar Budidaya Cabai dari Seorang Master Cabai
Hortikultura adalah salah satu tanaman yang dibutuhkan sebagai bahan pangan. Komoditas hortikultura yang paling dibutuhkan konsumen di Indonesia salah satunya adalah cabai merah. Mengingat jumlah kebutuhan naik tentunya jumlah produksi pun juga harus ditingkatkan.
Artikel kali ini akan membahas tentang kiat sukses budidaya tanaman cabai dengan modal yang bisa dikatakan minim/kecil tetapi produksinya super. Wawancara kita lakukan langsung dengan salah satu seorang petani yang sudah dipandang sebagai suhu atau guru dalam penanaman cabai. Beliau bernama Pak Syarifudin yang tinggal di desa Kundisari, kecamatan Kedu, kabupaten Temanggung. Perpaduan pengalaman serta ilmu pengetahuan beliau sudah tidak diragukan lagi. Beliau tak segan-segan melakukan uji coba guna perbandingan dari musim tanam ke musim tanam selanjutnya. Tak heran, beliau sudah dikenal dikalangan petani dan mendapat gelar professor cabai.
Kondisi Lahan
Persiapan lahan dilakukan pembuatan bedengan dengan lebar bawah 160 cm, tingginya relatif pada umumnya.
1. Pupuk kandang beliau jadikan untuk pupuk dasar, tujuannya untuk meminimalisir biaya. Tetapi tidak menutup kemungkinan, beliau tetap menggunakan pupuk lain seperti Phonska Plus dan SP-36. Dosis pupuk yang beliau gunakan untuk pupuk kandang 10 zak, Phonska Plus 25 kg, dan Phospat (SP-36) 50 kg cukup satu kali pemberian. “Kenapa hanya dengan 3 jenis pupuk sebagai dasaran dan dosisnya segitu?”. Beliau menyakini bahwa apabila memberikan pupuk dasaran secara berlebihan akan berdampak buruk bagi tanaman mengingat cuaca intensitas hujan yang tinggi. Intensitas hujan yang tinggi bisa beresiko tinggi apabila kita terlalu banyak penggunaan pupuk dasar, karena awal sumber penyakit yang beliau yakini berasal dari sistem perakaran. Penyebaran penyakit akan cepat dengan media air, apabila kita menggunakan pupuk dasar yang banyak mengandung unsur nitrogen (N). Perlu kita ingat, kandungan nitrogen merupakan sumber makanan dari jamur pathogen. Inilah yang membuat beliau hanya menggunakan jenis pupuk kandang, Phonska Plus, dan Phospat (SP-36) dengan dosis kecil.
2. Pengkocoran sebelum tanam, POWERSOIL, Tricoderma, dan Silica Carbon menjadi kandungan yang beliau gunakan. Mengingat pupuk dasar yang beliau gunakan hanya dengan dosis kecil, pemberian POWERSOIL, Tricoderma, dan Silica Carbon selalu beliau tekankan. Dosis untuk POWERSOIL 3 sendok makan, Tricoderma 3 sendok makan, dan Silica Carbon 4 sendok makan untuk kapasitas 20 liter air. Cara pengolahan lahan yang beliau terapkan, tanah bisa digunakan untuk bercocok tanam kurang lebih 3 kali. Dengan catatan, saat tanam musim pertama dan musim kedua lubang tanamnya berbeda atau pindah ke lubang sebelahnya. Begitu juga musim tanam ketiga, kembali lagi ke lubang tanam saat musim tanam pertama. Terlihat simpel tetapi ini ilmu yang sangat bermanfaat.
Bisa kita simpulkan, bahwa kunci awal budidaya cabai yang terpenting adalah memperhatikan pondasi.
Perawatan Fase Vegetatif sampai Fase Generatif
Varietas cabai yang beliau gunakan adalah ORI 212 dari AURA SEED. Populasi tanaman 1250 batang dengan tingkat kematian tidak lebih dari 1%. Sudah petik sebanyak 6 kali dalam rentang waktu 130 hari. Petikan ke 4 beliau mendapati dengan bobot 93 kg, petikan ke 5 bobot 85 kg, dan petikan ke 6 dengan bobot 85 kg.
Dibalik hasil petikan dengan bobot yang super tentunya tidak terlepas dari perawatan yang beliau lakukan secara rutin dan tepat. Mengingat penggunaan nitrogen yang beliau gunakan hanya sedikit, tanaman sudah diberikan nutrisi sejak dini. Pemberian nutrisi beliau terapkan dengan interval 5 hari sekali setelah tanam sebanyak 3 kali pengkocoran.
3. Aplikasi pemberian nutrisi sejak ini beliau menggunakan MORDEN FOL serta asam mmino. Dimana MORDEN FOL berfungsi meningkatkan energi metabolisme yang sangat dibutuhkan tanaman saat cuaca ekstrim. Aturan dosis untuk MORDEN FOL 100 ml/20 liter sedangkan asam amino 50 ml/20 liter. Konsentrasi Phospat murni yang terdapat pada MORDEN FOL serta asam amino dimana kedua bahan itu berbentuk cair, akan mempercepat rangsang pertumbuhan pada tanaman.
Tanaman akan cepat menyerap nutrisi cair beda halnya dengan bentuk granul karena akan membutuhkan waktu yang cukup lama daya serapnya. Menginjak usia 20 hari tanaman diberi pupuk susulan oleh beliau, untuk pupuk yang digunakan adalah NPK Plus TE 16-16-16. Kandungan hara makro dan mikro yang lengkap dan seimbang menjamin keseragaman hara supaya pertumbuhan tanaman maksimal. Dosisnya sendiri beliau hanya cukup 1 sendok makan/lubang tanam.
3. Antisipasi apabila kelebihan nitrogen setelah memberikan pupuk susulan, dengan pengkocoran fungisida berbahan aktif Mankozeb 80% dosis 2 sendok makan dan Piraklostrobin 5% + Metiram 55% dosis 2 sendok makan setiap 16 liter air. Pengkocoran fungisida diterapkan 1 hari setelah pemberian pupuk susulan.
4. Metode spray (penyemprotan) sudah beliau lakukan saat usia tanaman 15 hari dengan interval 4 hari sekali. Insektisida berbahan Abamectin dan asam amino masih menjadi keunggulan beliau untuk mencukupi nutrisi dan antisipasi serangan virus pada tanaman. Spray dua bahan ini beliau pakai sampai usia tanaman menyentuh 45 hari.
5. Tanaman usia 45 hari bisa dikatakan fase generatif atau biasa kita kenal fase berbunga menjadi berbuah. Saat fase generatif beliau sudah mengganti dua bahan tadi dengan KALINET, CAL-HA, dan Insektisida. Dosis untuk KALINET 100 ml, CAL-HA 2 sendok makan, dan Insektisida 20 ml setiap 16 liter, interval spray 4 hari sekali.
6. Spray berikutnya beliau melakukan rolling atau pergantian bahan dari CAL-HA menjadi unsur mikro menggunakan VITARON SL.
Penggunaan VITARON SL ini sendiri bertujuan untuk meregenerasi sel-sel dalam tanaman dan pengoptimal pembentukan hormon tumbuh alami. Yang menjadi uniknya perawatan beliau ini adalah untuk spray fungisida justru tidak beliau lakukan. Sengaja beliau lakukan uji coba tanpa spray fungisida sampai buah sudah berwarna merah alhasil penyakit antraknosa atau pathek nihil bisa dibilang tidak ada. Dengan nutrisi yang terpenuhi sejak dini, beliau sudah membuktikan bisa menekan antraknosa/pathek tanpa spray fungisida. Ini benar-benar sudah beliau buktikan bukan hanya sekedar teori.
“Pakailah ilmu untuk menanam cabai bukan cuma pakai biaya” berikut secuil pesan dari Pak Syarifudin sang suhu tanaman cabai. Demikian kiat sukses budidaya tanaman cabai versi Pak Syarifudin. Proses yang tepat, keuletan, semangat, serta didasari ilmu itulah yang menjadi kuncinya. Video lengkapnya dapat disaksikan disini.

